Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan TerpaduAplikasi Pemetaan Mutu
Agenda
21 February 2019
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 254603
Pengunjung : 65978
Hari ini : 77
Hits hari ini : 277
Member Online :
IP : 34.229.175.129
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Mendikbud Lantik 128 Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional

Tanggal : 01/16/2019, 07:20:03, dibaca 42 kali.


Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 128 pejabat administrator (eselon III), pengawas (eselon IV), dan fungsional di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kepada para pejabat yang baru saja dilantik di awal tahun anggaran 2019, Mendikbud berpesan agar dapat menggunakan anggaran dengan efektif, efisien, dan bersih.

"Saya minta Saudara sekalian bekerja secara profesional, memegang teguh integritas, dan menunjukkan performa terbaik," dikatakan Mendikbud Muhadjir Effendy, Selasa (15/1/2019) di Plaza Insan Berprestasi, kantor Kemendikbud, Jakarta.
Mendikbud mengimbau agar para pejabat baru dapat segera menyiapkan rencana dan program kerja strategis. Kemudian agar dapat segera beradaptasi, belajar, dan memperbaiki sistem yang masih dirasa kurang baik.
"Saya minta Saudara banyak bertanya kepada yang diganti, tentang apa yang belum dilakukan, yang belum sempurna," ujarnya.
Mengutip perkataan Presiden Joko Widodo, Mendikbud menyampaikan kepada para pejabat yang baru dilantik bahwa pemenang di era saat ini bukanlah yang besar dan kuat, tetapi yang tercepat. "Semakin cepat kita lakukan, maka kemungkinan kita bisa mencapai target yang diharapkan dengan baik," ujarnya.
Tradisi tour of duty dan tour of area terus dilakukan di lingkungan Kemendikbud agar menciptakan suasana kerja yang lebih segar, dinamis, dan juga menciptakan budaya organisasi yang baik. "Alhamdulillah. Pergantian atau mutasi sudah tidak lagi menimbulkan kejutan-kejutan. Sudah biasa saja. Inilah yang kita harapkan," kata Menteri Muhadjir. (*)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :