Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
e-supervisiAplikasi Pemetaan Mutu
Agenda
18 January 2019
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 244105
Pengunjung : 62695
Hari ini : 73
Hits hari ini : 280
Member Online :
IP : 52.87.253.202
Proxy : -
Browser : Opera Mini

SKB Diharapkan Jadi Tempat Menimpa Ilmu dan Praktik Kerja Masyarakat

Tanggal : 12/03/2018, 10:56:01, dibaca 51 kali.


GROBOGAN,
- Baru-baru ini, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grobogan menggelar Gebyar Multi Vokasi. Beberapa hasil kegiatan atau kursus sifatnya multi literate dipamerkan kepada Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Jateng, Djajeng Baskoro, dan rombongan, serta masyarakat luas.


Sejumlah hasil kegiatan SKB Grobogan yang dipertunjukkan ke publik itu antara lain bimbingan teknis penerapan Model Codenesia, coding pada anak usia dini (game untuk anak Indonesia). SKB itu juga mengadakan kursus tata rias pengantin, hantaran, menjahit, merajut, komputer, budidaya lele bioflok dan nila merah, uji coba sayuran hidroponik dan holtikultura, kursus bahasa Inggris, Paket C (setara SMA/SMK), hingga praktik beternak jangkrik untuk warga belajar Kejar Paket C.


''Semua kami pamerkan ke masyarakat. Baik yang sudah berhasil mau pun dalam proses. Semua kegiatan itu melibatkan banyak orang dan banyak pihak terkait,'' jelas Kepala SKB Grobogan, Yuni Astutik.


Menurut Yuni, Bintek Codenesia, misalnya diikuti 35 pendidik KB dan TK, kursus menjahit (30 orang), tata rias pengantin (25), belum budidaya lele, nila merah, dan jangkrik juga diikuti belasan orang.


''Kami berharap SKB jadi salah tempat menimba ilmu dan praktik kerja masyarakat. Ini sesuai kerja sama kami dengan Kemendikbud untuk Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha dan Program Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan,'' ujarnya.


Bekal Hidup


Djajeng Baskoro, Kepala PP PAUD Dikmas Jateng menyatakan, bahwa sebenarnya tidak ada orang menganggur jika selalu berfikir positif, kreatif dan mau kerja keras.
''Saya berharap masyarakat tertarik mengikuti sejumlah kursus dan kegiatan yang ada di SKB Grobogan. Lulusan SD, SMP, SMA, SMK, bahkan mahasiswa silakan menimba ilmu apa saja di SKB. Ilmu yang disukai. Nanti bisa jadi bekal hidup kelak,'' tegasnya.


Misalnya, tambah Djajeng, beternak jangkrik. Nampaknya sepele, namun jika ditekuni bisa untuk membiayai hidup sehari-hari, membayar sekolah dan kuliah anak-anak, bahkan bisa menyejahterakan keluarga.


Singgih Munjoko dan Kusmiyati, pasutri warga Putat, Purwodadi, Grobogan membenarkan apa yang diungkapkan Djajeng. ''Sepuluh tahun lalu rumah kami penuh kandang jangkrik. Seluruh kamar diisi kandang jangkrik, sekitar 16 jumlahnya. Kami sekeluarga tidur di ruang tengah, di depan teve,'' kenang Kusmiyati.


Berbekal ketekunan dan kesabaran, anak sulungnya sudah jadi sarjana dan bekerja. Anak bungsunya kini duduk di bangku SMA. ''Kami juga bisa beli mobil, motor, sawah, dan tanah. Kerja di rumah beternak jangkrik, cukup 28 hari dari ngopeni telur, menetas, hingga panen,'' tandasnya. (Ali Arifin/CN40/SM Network)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :