Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
e-supervisiAplikasi Pemetaan Mutu
Agenda
23 October 2018
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 211248
Pengunjung : 53851
Hari ini : 43
Hits hari ini : 111
Member Online :
IP : 54.224.247.42
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Praktik Pemanfaatan Internet of Things (IoT)

Tanggal : 05/24/2018, 10:09:07, dibaca 133 kali.


Gambar 1. Peserta bimtek IoT Bagi Pengembangan SDM Paud dan Dikmas sedang mencoba membuat alat monitor suhu dan kelembaban suatu ruangan. Peserta juga belajar mengcoding tampilan suhu dan kelembaban di dashboard Jatayu.io agar bisa dilihat dimana saja melalui internet.

Bayangkan suatu hari, Anda sedang perjalanan ke luar kota, kemudian muncul pertanyaan “Apakah aku sudah mengunci pintu?”, “Apakah kipas angin saya masih menyala?”, “Apakah lampu taman sudah saya nyalakan?” Hal hal sederhana seperti ini sering terjadi dikehidupan kita yang sering kali membuat kita kurang nyaman dan terkadang bisa berakibat fatal.
Perkembangan teknologi memungkinkan berbagai alat untuk terintegrasi dengan Internet dengan biaya yang relative murah. Mulai dari mengendalikan lampu kamar, melacak keberadaan anak kita yang sedang pulang sekolah, rumah pintar yang dapat membukakan gerbang, menyalakan AC dan juga memanaskan air ketika pemiliknya pulang dari kantor, hingga aplikasi kompleks pada perusahaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan menganalisis kebutuhan pasar. Semua itu mungkin karena adanya Internet of Things.


  1. Apa itu IoT?


Internet of Things (IoT) dapat kita artikan sebagai berbagai macam perangkat, aplikasi atau sesuatu apapun yang saling terkoneksi menggunakan Internet, sehingga memungkinkan mereka saling terkoneksi, menerima dan mengirimkan perintah, dan saling bertukar informasi.
Sebenarnya banyak aplikasi dari IoT ini pada kehidupan kita sehari-hari yang tidak kita sadari. Misalnya seperti aplikasi chatting, email, smartphone, situs web, semuanya termasuk suatu bagian atau “things” dari Internet. Mungkin IoT sering di asosiasikan dengan alat-alat yang bisa terhubung, dikendalikan, dan memberi informasi yang aktual ke internet. Ya, itu juga benar. Tapi pengertian IoT lebih luas dari pada itu, kita bisa saja membuat alat-alat yang saling berkomunikasi lewat internet dan mengambil keputusan berdasarkan data yang ada di internet maupun perintah dari manusia. Kita tahu, internet adalah sumber data yang sangat besar sehingga aplikasi IoT tidak terbatas pada satu bidang saja.


2. Bagaimana sistem kerja IoT?


 Sistem IoT bekerja dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai media komunikasi data antar objek didalamnya. Masing masing objek akan terkoneksi dengan sebuah server IoT yang berfungsi sebagai jembatan sekaligus pengolah data. Server IoT inilah yang memungkinkan klien yang terhubung menjadi “things” dari internet dan dapat diajak berinteraksi dengan siapapun yang memiliki aksesnya.


3. Apa itu server IoT?


 Server IoT adalah penyedia layanan penyimpanan, pertukaran, maupun analisis data dari klien yang dapat diakses dan diolah oleh objek atau pihak atau klien lain yang memiliki akses. Lalu, kenapa harus menggunakan server, tidak langsung dari klien ke klien? Aplikasi klien ke klien memang bisa dilakukan langsung tanpa server, namun klien dengan kepemilikan alamat IP statik relatif sangat sedikit dan jarang dijumpai dari pada IP dinamik. Akibatnya karena alamat IP dinamik, akses ke klien akan hilang ketika alamat IP ini berubah. Tidak hanya itu, proses penyimpanan data yang dilakukan di klien akan sangat memberatkan. Bayangkan ketika ada banyak klien yang menggunakan sebuah mikroprosesor 8 bit dan hanya memiliki sekian byte memory harus menyimpan dan memproses data dari banyak sumber kemudian terjadi masalah dan kita harus memperbaikinya satu persatu. Itu akan menjadi pekerjaan yang menyulitkan dan tidak efisien.  Adanya server memungkinkan klien hanya melakukan sedikit pekerjaan dan menyimpan sedikit data serta memudahkan proses maintenance.  Oleh karena itu Server IoT berperan penting dalam membangun jaringan IoT yang fungsional dan mudah di maintenance.


4. Kenapa harus IoT?


Jaman ini kehidupan kita makin dituntut untuk lebih berkualitas dan efisien. Selain itu sumber informasi terbanyak saat ini adalah internet, Anda bisa mencari apapun di internet. Bayangkan ketika Anda seorang pegawai pabrik yang ketika tengah malam harus datang ke pabrik untuk mematikan mesin yang tidak bekerja dengan baik padahal jarak rumah Anda jauh. Kemudian ketika Anda akan membuat kebun salak, harus keliling ke daerah-daerah hanya untuk mencari tanah yang cocok dengan tanaman salak.


 5. Apa saja yang dibutuhkan untuk belajar membuat perangkat berbasis IoT?


 IoT sendiri adalah bidang yang sedang berkembang dan perkembangannya sangat pesat! Kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang pengembang perangkat IoT juga akan berubah ubah sesuai bidang aplikasi IoTitu sendiri. Misalnya ketika kita akan membuat sensor tanah untuk menganalisis kadar dan kualitas tanah dan tanaman apa yang cocok, kita juga harus memiliki pengetahuan tentang pertanian. Namun secara umum, yang kita butuhkan adalah:



  1. Pengetahuan tentang dasar pemrograman.

  2. Pengertian dasar elektronika/mikrokontroler jika aplikasi melibatkan hardware atau alat.

  3. Memiliki pikiran yang terbuka, kreatif, dan ingin tahu.


6. Praktik Aplikasi Pemanfaatan IoT


Praktik pemanfaatan IoT menggunakan sensor-sensor seperti sensor LPG (MQ-6), sensor Motion (Passive Infra Red), dan sensor Suhu dan Kelembapan (DHT 11). 


a)         Pendeteksi Kebocoran Gas 


         Kebakaran karena gas LPG sering terjadi bukan karena tabung gas meledak, tapi karena kepala gas atau selang yang bocor kemudian ada pemicu api dan terjadilah kebakaran. Disini kita akan menggunakan sensor MQ-6 untuk membuat alat pendeteksi kebocoran gas. Kenapa MQ-6? Karena sensor ini sensitif dengan gas LPG, iso-butane, dan propane. Cara kerja alat ini sederhana saja, sensor MQ-6 akan memindai udara sekitar, kemudian ketika sensor mendeteksi bahwa kadar gas LPG cukup tinggi di udara, maka alat akan mengirimkan notifikasi ke ponsel melalui aplikasi Telegram. Bagaimana membuatnya? Ikuti langkah-langkah berikut ini.


b)         Monitoring Suhu dan Kelembapan


         Pada project kali ini, kita akan membuat alat untuk memonitor suhu dan kelembapan suatu ruangan.Sensor yang digunakan adalah DHT11, sensor ini mampu mendeteksi suhu dan kelembapan sekaligus dan memiliki antarmuka one wire sehingga hanya membutuhkan 1 buah pin saja. Kita akan tampilkan suhu dan kelembapan di dashboard Jatayu.io supaya bisa dilihat dimana saja melalui internet.


c)         Pendeteksi Maling


Tindakan pencurian makin marak akhir-akhir ini. Namun pencurian bisa dicegah kalau pemilik rumah mengetahui ada pencuri sebelum si pencuri benar-benar mengambil sesuatu. Kita akan mencoba membuat pendeteksi maling dengan menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR). Sensor PIR ini berfungsi mendeteksi gerakan dengan membaca perubahan infra merah yang dipancarkan oleh tubuh manusia. Jadi ketika ada pergerakan, sensor PIR ini akan mengirimkan sinyal.


 Dari pelatihan ini diharapkan peserta mendapat ilmu baru dalam mengenal Internet of Things dan diharapkan peserta dapat mengembangkan sendiri ilmu yang telah didapat berguna untuk kehidupan masyarakat khususnya untuk dunia pendidikan di Indonesia. Masih banyak yang bisa dikembangkan dan digali lebih dalam dari dunia IoT. Jadi kita harus terus belajar dan berinovasi untuk menciptakan produk-produk IoT lainnya. (Arif/Sie. Informasi)


 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :