Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
e-supervisiAplikasi Pemetaan Mutu
Agenda
21 June 2018
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
Statistik

Total Hits : 159174
Pengunjung : 39397
Hari ini : 50
Hits hari ini : 242
Member Online :
IP : 54.162.227.37
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Mencegah Obesitas Pada Keluarga

Tanggal : 10-09-2017 07:38, dibaca 461 kali.



  1. 1.    Apa Itu Obesitas

Obesitas didefinisikan suatu kelebihan lemak  dalam tubuh. Secara klasik obesitas telah diidentifikasikan sebagai bobot yang lebih besar dari 20% bobot yang layak bagi pria dan wanita untuk tinggi tertentu. Ahli gizi juga ada yang membuat kriteria sedikit berbeda dimana seseorang dikatakan menderita obesitas bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari berat badan ideal menurut umurnya. Adanya perbedaan ini disebabkan karena pertimbangan lemak perbobot tubuh total pada wanita lebih besar daripada pria. Obesitas tidak mempunyai penyebab tunggal, tetapi merupakan gambaran berbagai keadaan dengan latar belakang etiologi atau sejarah kejadian yang berbeda (Agus Krisno Budiyanto, 2002).

Selain itu, menurut Arif Mansjoer, dkk (2000) obesitas adalah keadaan patologis dengan terdapatnya peimbunan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Masalh gizi karena kelebihan kalori biasanya disertai kelebihan lemak dan protein hewani, kelebihan gula dan garam, tetapi terjadinya kelebihan serat dan mikro-nutrien, yang kelak dapat merupakan faktor resiko untuk terjadinya berbagai jenis penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, reumatik, dan berbagai jenis penyakit keganasan (kanker) dan gangguan kesehatan lainnya.

Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu banyak dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Pada keadaan normal jaringan lemak ditimbun dalam beberapa tempat tertentu, diantaranya dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum). Pada wanita terdapat tempat penimbunan jaringan lemak khusus yang memberikan bentuk khas feminim, misalnya di daerah glutal (pantat) dan didaerah dada dan bahu jaringan lemak subkutan didaerah dinding perut bagian depan mudah terlihat menebal pada pasien obesitas.

 

  1. 2.    Siapa yang Beresiko Terkena Obesitas

Kegemukan dan Obesitas mempengaruhi banyak orang dari segala usia, jenis kelamin, ras dan kelompok etnis. Ini merupakan masalah kesehatan yang sangat serius dan telah berkembang sejak lama. Di Negara maju obesitas telah meningkat bahkan dua kali lipat. Tentu kita tidak dapat membandingkan tingkat obesitas pada Negara maju dengan yang ada di Indonesia karena tingkat obesitas pada setiap negara berbeda. Faktor yang menentukan terjadinya obesitas antara lain

  1. Kurangnya Keseimbangan Energi

Seseorang dapat mengalami kelebihan berat badan saat orang tersebut makan lebih banyak kalori dari yang ia gunakan. Kurangnya keseimbangan energy adalah pemicu yang paling sering menyebabkan obesitas. Keseimbangan energy artinya bahwa energy yang masuk adalah  jumlah energy atau kalori yang didapatkan dari makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Gaya Hidup Yang Tidak Aktif

Banyak diantara orang yang tidak begitu aktif secara fisik salah satu penyebabnya adalah banyak menghabiskan waktu berjam-jam di depan tv, komputer (untuk mengakses internet, bermain game dll) Alasan lain tidak aktif adalah kurangnya seseorang  berjalan kaki karena lebih memilih untuk memakai kendaraan saat bepergian. Atau tuntutan fisik lebih sedikit di tempat kerja atau di rumah Karena teknologi modern dan kenyamanan dan kurangnya kegiatan yang melibatkan aktifitas fisik seperti olahraga.

 

  1. Lingkungan

Beberapa faktor lingkungan yang tidak mendukung kebiasaan gaya hidup sehat adalah:

- Kurangnya area pejalan kaki dan tempat yang aman untuk rekreasi di lingkungan sekitar. Tidak memiliki taman, trotoarsarana olahraga atau sarana bermain

- Jadwal kerja yang padat, sehingga orang tidak punya waktu yang aktif secara fisik karena jam kerja yang panjang dan waktu dihabiskan di depan komputer.

- Porsi makan yang besar, Makn porsi makanan yang besar berarti terlalu banyak energy yang masuk, seiring waktu kebiasaan  ini akan menyebabkan kenaikan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktifitas fisik yang cukup.

- Kurangnya konsumsi makanan sehat. Dewasa ini banyak sekali orang yang tidak menyukai sayuran atau buah-buahan karena lebih tertarik dengan makanan cepat saji atau camilan tinggi lemak dan minuman manis.

 

  1. Terlampau Banyak Kalori yang Masuk ke  Tubuh

Kalori adalah sumber energy. Ketika tubuh menerima terlalu banyak asupan kalori yang dibutuhkan, maka kalori lebih ini akan disimpan sebagai lemak di tubuh anda untuk energy cadangan. Ketika kelebihan kalori terus berlanjut dari waktu ke waktu, maka anda akan kelebihan berat badan dan mungkin obesitas, Bebeapa makanan yang mengandung tinggi kalori seperti es krim, keju, burger dan junkfood lainnya.

 

  1. Faktor genetic dan Riwayat Keluarga

Faktor grnrtik berpengaruh pada obesitas, obesitas cenderung berjalan pada keluarga. Peluang seseorang lebih besar terkena obesitas apabila salah satu atau kedua orang tua kelebihan berat badan.

Cukup alamiah bila anak-anak mengadopsi kebiasaan orang tua mereka. Pola perilaku orang tentang belanja, memasak, makan dan olahraga, memiliki pengaruh penting pada keseimbangan energy anggota keluarga. Seorang anak yang orang tuanya gemuk yang terbiasa makan makanan yang berkalori tinggi dan tidak aktif kemungkinan besar anak tersebut akan mewarisi kebiasaan yang sama dan menjadikannya kelebihan berat badan juga. Sebaliknya, apabila keluarga mengadopsi pola hidup sehat dan aktifitas fisik yang baik, kesempatan anak untuk kelebihan berat badan atau obesitas menjadi berkurang.

  1. Pengaruh Obat-Obatan

Obat tertentu juga diketahui dapat menyebabkan seseorang menjadi kelebihan berat badan,  abeberapa kortikosteroid, antidepresan, dan obat kejang-kejang.

Obat- obatan ini dpat memperlambat kerja kalri dan meningkatkan nafsu makan.

  1. Faktor Emosional

Beberapa orang akan makan lebih dari biasanya ketika mereka sedang marah, strss, atau bosan. Seiring waktu makan berlebihan akan menyebabkan kelebihan berat badan

  1. Berhenti Merokok

Setelah berhenti merokok kebanyakan orang akan mengalami kenaikan berat badan dikarenakan selera makan lebih meningkat. Alasan lain adalah karena nikotin neningkatkan pembakaran kalori sehingga tubuh akan membakar kalori lebih sedikit ketika berhenti merokok.

  1. Usia

Ketika beranjak tua, tubuh cenderung kehilangan otot terutama jika kurang aktif. Kehilangan otot dapat memperlambat tingkat pembakaran kalori. Jika kita tidak mengurangi asupan kalori pada tubuh saat beranjak tua maka akan berpeluang kelebihan berat badan.

  1. Kehamilan

Selama hamil wanita cenderung lebih banyak makan agar janin mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkembang normal. Namun banyak wanita menjadi kelebihan berat badan pada masa ini. Setelah melahirkan banyak wanita yang sulit untuk menurunkan berat badan karena susah untuk menurunkan porsi dan intensitas makannya. Dan ini yang menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

  1. Klasifikasi Obesitas

Menurut Arif Mansjoer, dkk (2000), berdasarkan etiologinya umumnya obesitas dibagi menjadi:

a. Obesitas primer: disebabkan faktor nutrisi dengan  berbagai faktor yang dapat mempengaruhi masukan makanan, yaitu masukan makanan berlebih dibanding dengan kebutuhan energi yang diperlukan tubuh.

b. Obesitas sekunder: yang disebabkan adanya penyakit/kelainan konginental (nielodisplasia), endokrin (sindrom Chusing, sindrom Freulich, sindrom Mauriac, pseudoparatiroidisme) atau kondisi lain (sindrom Klinefelter, sindrom Turner, sindrom Down, dll).

Sedangkan, berdasarkan patogenesisnya obesitas dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

a. Regulatory obesitasity: gangguan primernya berada pada pusat yang mengatur masukan makanan

b. Obesitas metabolik: kelainan pada metabolisme lemak dan karbohidrat.

 

Berikut ini adalah klasifikasi obesitas berdasarkan hasil pengukuran BB/TB dan BB:

Tabel 6. Klasifikasi Obesitas Berdasarkan Hasil Pengukuran BB/TB dan BB

Kategori

BB/TB

BB/TB2

Obesitas ringan / derajat I

Obesitas sedang / derajat II

Obesitas berat / derajat III

Obesitas super (morbid)

120 – 135

135 – 150

150 – 200

> 200

25 – 29,9

30 – 40

> 40

 

  1. Komplikasi Obesitas

Menurut Agus Krisno Budiyanto (2002), terdapat beberapa penyakit yang prevalensinya meningkat pada orang-orang yang menderita obesitas, sepert penyakit kardiovaskuler juga termasuk hipertensi, diabetes mellitus, aterosklerosis, penyakit jantung dan lain-lain.

1.      Aterosklerosis

Aterosklerosis ditandai penimbunan lemak yang progresif lambat pada dinding arteri yang dapat mengurangi/memblokir sama sekali aliran darah ke jaringan.

2.      Penyakit jantung

Penyakit obesitas memberikan gejala kelebihan jaringan lemak di dalam tubuh, tetapi sebab sebenarnya kelebihan konsumsi energi dibandingkan kebutuhan. Kelebihan konsumsi energi dalam bentuk karbohidrat memberikan sintesa Acetil-CoA yang berlebihan dan ini menyebabkan sintesa kolesterol meningkat. Karena itu pada orang yang mengalami obesitas terdapat kolesterol darah yang tinggi. Obesitas juga menurunkan kolesterol HDL, sehingga menyebabkan penyakit jantung.

Komplikasi obesitas pada kehidupan adalah bahwa obesitas menyimpan tekanan ekstra berat pada badan. Rangka harus mengikuti berat ekstra dan hati harus bekerja lebih keras lagi. Kegemukan pada seseorang diikuti oleh masalah psikologi dan problem sosial. Obesitas pada seseorang, mempunyai resiko tinggi pada perkembangan penyakit kronis, Dabetes mellitus tipe 2 (NIDDM), hipertensi, serangan jantung, osteoarthritis, dan kanker uterus. NRC melaporkan bahwa standar baru untuk komposisi badan diambil dari perhitungan dimana lemak disimpan  dalam tubuh. Pada badan bagian atas atau area abdominal disebut Androd (seperti bentuk apel, Gambar 2-A). Kenampakanannya membawa resiko pada penyakit kronis. Lawannya, kenaikan lemak pada daerah pinggul dan paha disebut Ginesoid (Seperti bentuk pear, Gambar 2-B).


OBESITAS PADA ANAK

 

Obesitas atau kegemukan bukan saja melanda orang dewasa. Statistik menunjukkan bahwa di banyak negeri, obesitas juga melanda anak-anak sampai taraf yang memprihatinkan. Kurangnya pengetahuan orang-tua atau pandangan yang mengatakan anak bertubuh gemuk atau gendut adalah anak yang sehat dan menggemaskan dapat memperparah kondisi ini. Mengapa obesitas atau kelebihan berat badan berbahaya? Lalu bagaimana mengatasinya?

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Anak-anak yang masih lugu tentu tidak memahami bahaya ini. Maka, merupakan tanggung jawab orang-tua menjaga agar anak mereka tetap sehat. Orang-tua harus mengetahui apa penyebab obesitas dan bagaimana cara mencegah atau mengatasi masalah obesitas anak.

 

Akibat Obesitas

Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat obesitas adalah diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung. Penyakit-penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami pada anak akibat timbunan lemak, kolesterol dan gula yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pernapasan atau asma berisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas.

Selain itu, anak-anak dengan kelebihan berat badan atau kegemukan juga dapat mengalami kesulitan bergerak dan terganggu pertumbuhannya karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Belum lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah.

 

 

 

 

Beberapa penyebab obesitas pada anak adalah:

·         Faktor genetik

Merupakan faktor keturunan dari orang-tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.

·         Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan

Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Orang-tua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka, walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Makanan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering disebut dengan istilah junk food atau makanan sampah. Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan manis menjadi hal yang patut diperhatikan.

·         Minuman ringan

Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

·         Kurangnya aktivitas fisik

Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.


MENCEGAH OBESITAS DALAM KELUARGA

 

 Salah satu faktor terjadinya obesitas adalah karena keturunan dari orang-tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak

Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa cara agar keluarga bisa terhindar dari penyakit Obesitas ini antara lain:

Lakukan Perubahan Pola Makan


Memilih makanan sehat dan bergerak lebih aktif akan memberikan manfaat bagi seluruh anggota keluarga, jadi usahakan untuk mengikutsertakan seluruh anggota keluarga Anda dalam program ini. Anak-anak yang obesitas akan lebih mudah mencapai berat badan yang normal apabila seluruh keluarga melakukan perubahan ke pola hidup sehat.

 

Untuk melaksanakannya, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

  • Cari informasi tentang nasehat-nasehat mengenai nutrisi - Nasehat-nasehat mengenai nutrisi akan membantu mengubah kebiasaan makan seluruh keluarga Anda. Ada banyak sekali nasehat-nasehat tentang nutrisi di luar sana yang akan membuat Anda memiliki kepastian untuk terus sehat.
  • Berhati-hati dalam belanja - Isi kulkas atau lemari makanan Anda dengan makanan ringan yang sehat. Batasi atau hindari menyimpan makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak. Beralihlah ke makanan rendah lemak.
  • Nikmati sarapan - Pastikan Anda dan seluruh keluarga sarapan setiap pagi. Pilih makanan yang rendah lemak, rendah gula, susu rendah lemak, buah-buahan, atau makanan olahan dari gandum.
  • Sediakan camilan sehat - Ngemil memang sudah menjadi bagian penting dari kebiasaan makan anak-anak dan Anda tidak perlu ngotot melarangnya. Hanya saja, pastikan camilan yang ia makan adalah yang rendah lemak dan gula. Camilan dari buah-buhan dan sayuran merupakan makanan yang baik bagi mereka.
  • Kurangi minuman tidak sehat - Jangan lagi membeli soft drink. Meskipun terkesan sulit, tapi menggantinya dengan air putih dan susu rendah lemak akan jauh lebih bermanfaat.
  • Makan lebih banyak sayuran - Jika anak Anda tidak mau makan sayur, Anda harus lebih kreatif. Sayuran tetap Anda gunakan sebagai bahan makanan mereka namun dengan variasi yang berbeda agar menarik perhatian mereka. Merasa sulit atau kerepotan untuk melakukannya? Berarti Anda bukan orangtua yang pintar. Banyak jalan untuk membuat olahan sayuran menarik seperti ini.
  • Kurangi porsi makannya - Sebagian anak akan menghabiskan betapa pun banyaknya makanan di piring mereka, jadi usahakan untuk mengurangi porsinya. Kurangi sekitar 10-20 persen dari porsi biasanya secara bertahap, ini akan memberikan hasil yang signifikan.
  • Siapkan makanan - Ketika Anda pulang dari tempat kerja, pastikan makan malam sudah siap. Bisa Anda lakukan dengan memasak dengan jumlah yang banyak, lalu disimpan untuk dikonsumsi saat makan malam. Pada sebagian orang, memasak makanan sebelum makan malam terkadang menjadi hal yang sulit, malas, mengingat energi yang sudah dikeluarkan sepanjang hari. Biasanya, apabila orang-orang seperti ini sudah enggan memasak makanan untuk makan malam, mereka akan membeli makanan di luar yang kebanyakan bukan makanan sehat.
  • Makan bersama-sama - Usahakan untuk selalu makan bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga Anda. Libatkan semua anggota keluarga dalam menyiapkan makanan sehat untuk keluarga Anda.
  • Minta dukungan kepada anggota keluarga lain - Beritahu pengasuh anak atau kakek neneknya agar tidak memberikan anak Anda makanan yang tidak sehat.


Seluruh Keluarga Harus Lebih Aktif


Akan jauh lebih menyenangkan jika seluruh keluarga menjadi aktif, semua akan memperoleh manfaatnya. Cobalah untuk:

  • Memberi contoh yang baik - Anak-anak cenderung meniru apa yang dilakukan orangtuanya.
  • Meningkatkan aktivitas - Anak-anak harus didorong agar lebih aktif secara fisik. Permainan di luar rumah adalah yang terbaik.
  • Lebih kreatif - Berolahraga atau berjalan bersama-sama, bermain, naik sepeda, atau berenang bersama-sama. Anak usia sekolah minimal membutuhkan 60 menit aktivitas setiap hari. Jangan sampai ia hanya duduk di kelas, lalu jam istirahat dia hanya makan, dan pulang kerumah makan, tidur atau bermain permainan komputer. Terus berulang-ulang setiap hari.
  • Mengurangi hiburan pasif - Kurangi menonton televisi dan permainan komputer menjadi kurang dari 2 jam perhari untuk anak-anak usia sekolah dan kurang dari satu jam untuk anak-anak balita dan pra sekolah.
  • Cari tahu sebanyak yang Anda bisa - Seminar dan kegiatan pendidikan yang dijalankan oleh guru atau komunitas tertentu dapat membantu orangtua dan anak-anak belajar lebih banyak tentang obesitas dan bagaimana mencegah dan mengatasinya.
  • Jadikan kegiatan sebagai hadiah - Jangan menghadiahi anak Anda dengan makanan, hadiahkan saja kepada mereka permainan atau jalan-jalan (liburan) yang membuat tubuhnya lebih banyak bergerak.


Hal yang Harus Dihindari


Beberapa strategi untuk menurunkan berat badan malah akan berbahaya. Yang tidak boleh Anda lakukan adalah:

  • Menargetkan berat badan - Jangan menargetkan berat badan anak Anda akan turun menjadi berapa. Sebaiknya, fokuslah pada kebiasaan makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik ditambah dengan pujian-pujian ketika mereka berhasil melakukannya.
  • Diet yang salah - Anak yang sedang tumbuh membutuhkan berbagai macam makanan agar perkembangan yang sehat. Suatu diet ketat yang membatasi kalori dan lemak yang signifikan  atau melarang makanan seperti susu adalah hal yang salah dan harus dihindari. Anda memang harus mengurangi berat badannya, tapi secara bertahap.
  • Perubahan dramatis - Kebiasaan keluarga tidak dapat diubah hanya dalam waktu semalam. Anak-anak pasti akan menolak perubahan diet dan gaya hidup yang dramatis, jadi berkonsentrasilah pada perubahan yang memang merupakan bagian dari kebiasaan keluarga Anda. Minta bantuan kepada profesional kesehatan apabila kesulitan melakukannya.
  • Obat penekan nafsu makan - Saat ini, tidak ada satu pun obat penekan nafsu makan yang aman untuk pertumbuhan anak.
  • Mengejek - Berbeda dengan orang dewasa, mengejek atau menyindir anak yang obesitas bisa membahayakan. Ejekan atau sindiran hanya akan membuat si anak marah dan tidak mau menurunkan berat badannya.


Tips untuk di Sekolah


Beberapa tips yang sebaiknya Anda lakukan terkait anak Anda di sekolah, antara lain:

  • Bicarakan keprihatinan Anda soal masalah obesitas atau kebiasaan makan buruk anak Anda dengan petugas kesehatan sekolah (bila ada).
  • Mintalah kepada guru anak Anda agar menberikan materi tentang pendidikan pola hidup sehat yang selanjutnya harus ditindaklanjuti si anak di rumah.
  • Jangan membekali anak Anda dengan makanan yang tinggi lemak.
  • Usahakan menjadikan air putih sebagai minuman favoritnya di sekolah.
  • Beritahu anak Anda yang mana makanan yang sehat dan tidak sehat di kantin sekolah. Bila perlu Anda memang harus meninjau langsung apa saja yang dijual di kantin sekolah.
  • Seandainya kantin didapati menjual makanan yang tidak sehat, bicarakan dengan pihak sekolah agar pihak kantin hanya menyediakan makanan sehat.

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :