Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
e-supervisiAplikasi Pemetaan Mutu
Agenda
23 September 2018
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
Statistik

Total Hits : 198736
Pengunjung : 49838
Hari ini : 48
Hits hari ini : 294
Member Online :
IP : 54.158.52.166
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Komunikasi Efektif

Tanggal : 14-05-2017 08:31, dibaca 201 kali.



Pengertian Komunikasi Efektif

Komunikasi efekif adalah komunikasi yang tepat sasaran, berhasil berguna atau mencapai tujuan- menyampaikan informasi, menghibur, atau membujuk.

Barbara Brown dalam "What is Effective Comunication?" dilama live strong menyebutkan, komunikasi efektif itu melibatkan kejelasan, perkataan langsung dan aktif mendengarkan.
komunikasi adalah proses berbagi informasi, pemikiran, dan perasaan antara orang-orang melalui pembicaraan, tulisan, atau bahasa tubuh.
komunikasi dikatakan efektif jika informasi, pemikiran atau persan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik sehingga menciptakan kesemaan perspesi, mengubah perilaku atau mendapatkan informasi.

Komponen Komunikasi Efektif
Encoding
Komunikasi efektif diawali dengan encoding atau penetapan kode atau simbol yang memungkinkan pesan tersampaikan secara jelas dan dapat diterima serta dipahami dengan baik oleh komunikan

Decoding
Decoding, komponen penting lainnya dalam komunikasi efektif yaitu kemampuan penerima memahami pesan yang diterimanya. Karenanya, dalam komunikasi efektif pemahaman tentang audiens sangat penting guna menentukan metode penyampaian dan gaya bahasa yang cocok dengan mereka.

Konteks
Konteks komunikasi yaitu konteks komunikasi yaitu ruang, tempat, dan kepada siapa kita melakukan komunikasi. Konteks komunikasi juga mengacu kepada level komunikasi, Konteks komunikasi mempertimbangkan usia, wilayah, jenis kelamin, dan kemampuan intelektual penerima pesan. Berkomunikasi dengan anak kecil tentu akan berbeda cara dan gaya bahasanya dengan berkomunikasi dengan orang dewasa.

Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh --dikenal juga sebagai komunikasi nonverbal (nonverbal communication)-- meliputi postur, posisi tangan dan lengan, kontak mata, dan ekspresi wajah. Bahasa tubuh yang konsisten dan sesuai dapat meningkatkan pengertian. Gerakan anggota badan harus sesuai dengan yang diucapkan. Bahasa tubuh terpenting adalah senyum dan kontak mata.

Gangguan/Hambatan (Interference)
Emosi bisa mengganggu terjadinya komunikasi efektif. Jika komunikator marah, kemampuannya mengirimkan pesan efektif mungkin berpengaruh negatif. Begitu juga jika komunikan dalam keadaan kecewa atau tidak setuju dengan komunikator, mungkin dia mendengar sesuatu yang berbeda

Pikiran Terbuka (Be Open-minded)
Pikiran tebuka meurpakan komponen penting lain dalam komunikasi efektif. Jangan terburu menilai atau mengkritisi ucapan orang lain. Kita harus mengedepankan respek, menghargai pendapat atau pandangan orang lain, juga menujukkan empati dengan berusaha memahami situsai atau masalah dari perspektif orang lain.

Mendengar Aktif (Active Listening)
Menjadi pendengar yang baik dan aktif akan meningkatkan pemahaman atas pemikiran dan perasaan orang lain. Tunjukkan bahwa kita fokus mendengarkan ucapan orang lain, misalnya dengan menganggukkan kepala dan membuat "indikasi verbal" bahwa kita setuju dengan mengatakan --misalnya-- "oh...". Jangan menginterupsi pembicaraan orang lain. Ini akan mengganggu kelancaran obrolan.

Refleksi (Reflection)
Pastikan bahwa kita mengerti ucapan orang lain dengan "konfirmasi", yaitu meringkas pesan utama yang disampaikan orang lain. Kita bisa mengulang yang diucapkan orang lain, sekaligus "klarifikasi" bahwa maksud perkatannya "begini" dan "begitu".

Lima Kunci Komunikasi Efektif
1. Smile! Tersenyum Salah satu cara untuk membangun kemampuan berkomunikasi yang baik dengan orang lain adalah dengan menjalin hubungan baik secepat mungkin dengan mereka. Tersenyumlah dan gunakan kontak mata sebagai sinyal positif yang dapat Anda kirimkan ketika Anda memulai percakapan. Pastikan bahwa orang lain merasa bahwa Anda sangat senang bisa berbicara dengannya. Sangat penting untuk tahu topik terhangat yang bisa Anda diskusikan dengan orang tersebut. Untuk itu, selalu perbarui informasi Anda. Jika Anda memiliki banyak topik yang Anda dapat bicarakan, komunikasi akan berjalan dengan lebih mudah.

2. Be Clear! Berbicara dengan jelas Bicaralah dengan jelas ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain. Cobalah untuk menghindari kebiasaan berbicara dengan suara terlalu kecil atau parau sehingga orang lain sulit menangkap maksud Anda. Cara terbaik untuk melatihnya adalah dengan merekam suara Anda saat berbicara. Lalu dengarkan kembali hasil rekaman itu dan putuskan apa yang seharusnya Anda ubah dari cara Anda bicara.

3. Relax. Santai! Anda dapat menjadi komunikator yang baik jika Anda dapat berbicara dengan santai (rileks). Jika Anda gugup, Anda akan berbicara cepat sehingga sulit dipahami. Anda juga dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman karena kegugupan Anda. Hindari membungkukkan bahu, menampilkan wajah gelisah, atau menggerakkan anggota tubuh Anda yang lain saat berbicara. Orang yang Anda ajak bicara akan tahu bahwa Anda sedang gugup membuat mereka tertarik dengan menghindari berbicara dengan suara monoton. Anda dapat melakukan sedikit variasi dan mengubah volume saat Anda berkomunikasi.

4. Variatif Jangan Monoton 
Anda tentu tidak ingin orang lain menjadi bosan saat berbicara dengan anda. anda dapat membuat mereka terkait dengan menghindari berbicara dengan suara monoton. anda dapat melakukan sedikit variasi dan  mengubah volume saat anda komunikasi

5. Dengar dan Pahami Ingatlah, komunikasi adalah proses dua arah. Anda perlu mendengar dan memahami apa yang dikatakan orang lain jika Anda ingin berkomunikasi secara efektif dengan mereka. Orang lain juga akan kehilangan minat berbicara dengan Anda, jika Anda terus-menerus bicara dan tidak pernah mendengarkan mereka.








Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :