Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
03 October 2022
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Statistik

Total Hits : 12357712
Pengunjung : 266388
Hari ini : 59
Hits hari ini : 2771
Member Online :
IP : 44.201.68.86
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Kemenpan dan RB Evaluasi Pembangunan ZI-WBK.

Tanggal : 09/30/2019, 15:47:44, dibaca 4488 kali.



View this post on Instagram


Kemenpan dan RB Evaluasi Pembangunan ZI-WBK. . . Ungaran – Tim Evaluaator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) melakukan penilaian pembangunan Zona Integritas-Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) di lingkungan Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah, Senin (30/9). PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah telah bersiap untuk proses penilaian tersebut. Perubahan pola pikir pegawai, tata kerja dan perombakan fisik sarana dan prasarana telah dilakukan dalam rangka untuk meraih predikat ZI-WBK. “Kami saat ini tidak hanya berhenti pada output, tapi outcome. Masyarakat saat ini butuh cepat, tepat, murah dan pasti. Baik pemerintah pusat dan daerah sekarang ini banyak memanfaatkan teknologi informasi. Misalnya kalau pengajuan proposal ya dengan menggunakan e-proposal, laporan yanh e-laporan, pemetaan mutu memakai aplikasi, demikian juga dengan supervise,” papar Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Dr. Wartanto mengawali acara inti yang dilangungkan di Aula Dr. Cipto Mangunkusumo. Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd di hadapan tim evaluator yang menjelaskan keberadaan dan manfaat PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah di tengah masyarakat. Sesuai dengan visi yang diusung, PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah berupaya untuk mewujudkan satuan pendidikan mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Sebanyak 7 juta penduduk Jawa Tengah belum terlayani pendidikan formal. Inilah sasaran yang menjadi target kita,” ucapnya. Untuk mencapai visi tersebut, maka kemudian dilakukan langkah-langkah antara lain pengembangan model, supervisi, peningkatan kompetensi, dan lain sebagainya. Langkah-langkah ini didukung dengan kemitraan. “Jadi kita memang wajib bermitra. Juga menggunakan teknologi terkini. Akhirnya outcome adalah PAUD dan Dikmas yang sesuai SNP. Jadi kita memudahkan BAN untuk melakukan akreditasi. Kalau pekerjaan kita baik, maka BAN akan cepat dalam melakukan akreditasi,” terangnya. .


A post shared by PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah (@pauddikmasjateng) onSep 30, 2019 at 1:21am PDT






Kembali ke Atas


Berita Lainnya :