Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
03 October 2022
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Statistik

Total Hits : 12356798
Pengunjung : 266384
Hari ini : 55
Hits hari ini : 1856
Member Online :
IP : 44.201.68.86
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Satuan Pendidikan Antusias Terapkan Model PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah

Tanggal : 07/30/2019, 10:41:06, dibaca 3742 kali.


Ungaran - Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah menggelar kegiatan “Penerapan Model Hasil Pengembangan Tahun 2018”, Rabu (24/7). Sebanyak enam model diperkenalkan pada kesempatan tersebut.

Kepala Seksi Informasi dan Kemitraan, Jamaludin, S.T., M.Kom pada sambutannya menyampaikan, enam model yang dipaparkan meliputi masing-masing dua model untuk lembaga kursus, pendidikan anak usia dini (PAUD), serta pendidikan kesetaraan.
“Model Kursus Pendidik PAUD Online Level IV misalnya,” kata dia. Ini merupakan model kursus yang ditujukan untuk pendidik PAUD.
“Sebagaimana kita ketahui, yang lebih dikenal oleh teman-teman Himpaudi, adalah diklat berjenjang. Padahal ada jalur diklat lain yang bisa ditempuh pendidik PAUD, yakni lewat kursus online,” imbuh dia.


Model lain yakni, “Model Bisnis Online dalam Pendidikan Kewirausahaan Pemasaran Produk Melalui Media Sosial”. Adapun model “Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini (Si Pendi) merupakan model yang digadang-gadang akan mampu  meringankan beban pendidik yang memiliki kewajiban melakukan penilaian secara periodik dan kontinyu terhadap anak didiknya.

“Model Si Pendi ini, lolos sebagai model terbaik nasional tahun ini. Dengan menerapkan model ini, diharapkan rekam perkembangan anak bisa terpantau dengan baik tidak hanya oleh pendidik, namun juga wali murid,” imbuh dia.
Model “Robonesia (Media Robotic Coding pada Anak Usia Dini)” juga terbilang mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat. Sebab model tersebut mengenalkan coding yang saat ini masih dianggap sebagai urusan orang dewasa. Padahal coding dapat diperkenalkan juga ke anak usia dini. Dan juga, model ini menjawab tren coding yang makin dilirik belakangan ini.

Sementara, model “Pembelajaran Keterampilan Terstruktur pada Program Paket B Melalui Metode Tutorial” dan model “Pengayaan Mata Pelajaran Kimia Paket C Melalui MOOC” disusun untuk mendukung penerapan Kurikulum 13.
“Karena mulai tahun 2019 mau tidak mau kelas awal sudah harus menggunakan kurikulum 13, tidak lagi menggunakan KTSP. Jadi perlu dukungan atau modul untuk penerapan kurikulum tersebut”.

Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd menambahkan, model-model yang dikembangkan oleh pamong belajar saat ini tidak hanya diminati oleh satuan pendidikan paud dan dikmas saja. Satuan pendidikan seperti Raudatul Athfal (RA) di bawah Kementerian Agama juga sudah menyampaikan minatnya menerapkan model yang sudah dikembangkan.

Ketua Himpaudi Kabupaten Purwodadi, Suci Kabiyanti menjelaskan, pihaknya telah menerapkan menjadi peserta pada lembaga yang telah menerapkan model “Kursus Pendidik PAUD Online Level IV”. Saat ini sudah ada sebanyak 80 peserta yang terbagi dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan terdiri atas dua kelas, masing-masing berisi 20 peserta.
“Saat ini sedang pada tahap magang,”ucapnya.

Adapun untuk model Si Pendi, pihaknya siap menerapkan model tersebut. Karena dirasa akan sangat membantu guru yang terbebani dengan proses administrasi jika dilakukan secara manual. (Astuti Paramita S.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :