Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
03 October 2022
M
S
S
R
K
J
S
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Statistik

Total Hits : 12356485
Pengunjung : 266384
Hari ini : 55
Hits hari ini : 1543
Member Online :
IP : 44.201.68.86
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Dipetakan, Mutu 3.023 Satuan Pendidikan PAUD dan Dikmas di Jawa Tengah

Tanggal : 07/12/2019, 08:06:38, dibaca 3547 kali.


Ungaran – Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah melakukan pemetaan mutu terhadap sebanyak 3.023 satuan pendidikan paud dan dikmas. Ditargetkan, keseluruhan proses pemetaan mutu akan rampung pada awal Agustus.

Kepala Seksi Informasi dan Kemitraan  PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Jamaludin, S.T., M.Kom. menyampaikan, pemetaan mutu dilakukan untuk melihat ketercapaian satuan pendidikan dalam memenuhi 8 standar nasional pendidikan. Kegiatan diawali dengan koordinasi seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas. Kemudian setiap UPT melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota di provinsi wilayah kerjanya masing-masing.

“Koordinasi meliputi penentuan kuota untuk sasaran pemetaan mutu dan lembaga sasaran pemetaan mutu. Yang seluruhnya adalah usulan dari dinas,” ucap dia, Kamis (4/7).

Total ada sebanyak 3.023 satuan PAUD dan Dikmas yang dipetakan di Jawa Tengah. Dengan demikian, setiap kabupaten/kota mendapat kuota rata-rata sebanyak 86 lembaga sasaran pemetaan mutu meliputi, PAUD, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), lembaga kursus dan pelatihan (LKP) serta sanggar kegiatan belajar (SKB).

Lembaga sasaran ini kemudian diminta untuk mengisi instrumen pemetaan secara daring. Saat ini proses pemetaan telah memasuki tahap verifikasi yang dimulai sejak 24 Juni dan dijadwalkan selesai pada 7 Juli. Petugas diterjunkan untuk mengecek keberadaan dokumen apakah sesuai dengan isian instrumen atau tidak.

“Karena jumlah lembaga sasaran pemetaan mutu sangat banyak, PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan 3 perguruan tinggi untuk melakukan proses verifikasi, ” imbuhnya.

Kerja sama dijalin dengan Universitas Negeri Semarang (150 petugas), Universitas Negeri Yogyakarta (100 petugas), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (60 petugas). Petugas verifikator terdiri atas dosen dan mahasiswa senior jurusan PAUD dan Pendidikan Luar Sekolah. Adapun PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah sendiri menerjunkan sebanyak 90 personil dalam proses verifikasi ini, yang meliputi pamong belajar dan staf fungsional umum.

Sejumlah kendala ditemui petugas dalam melaksanakan verifikasi. Yang mudah dideteksi adalah, sejumlah satuan pendidikan yang belum mengisi instrument secara mandiri pada laman yang telah ditentukan. Ini biasanya terjadi karena lembaga lupa password, ada pergantian pengelola lembaga atau status lembaga yang sudah mati atau akan bubar.

Kesepakatan waktu verifikasi juga menjadi kendala yang sering ditemui petugas. Periode verifikasi memang terjadi bersamaan dengan periode musim libur anak sekolah, sehingga lembaga sering meminta agar waktu verifikasi mundur menjadi Agustus.
“Yang seperti ini tidak bisa, karena kami juga ditenggat waktu”.

Kendala lain yakni, ketakutan lembaga dalam mengikuti pemetaan mutu. Lembaga menggap kalau tahap ini sudah masuk akreditasi. Padahal pemetaan ini ditujukan untuk pemetaan saja posisi atau ketercapaian dalam  standar nasional pendidikan. Hasil pemetaan inilah kemudian akan dijadikan dasar pendampingan dalam kegiatan supervisi.

“Kelemahan lembaga dalam memenuhi standar itu kemudian akan dijadikan dasar pendampingan. Satuan pendidikan akan didatangi oleh tim supervisi agar siap akreditasi  baik dari sisi pemenuhan dokumen atau data,” terangnya.

Setelah verifikasi, PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah akan melakukan validasi data dalam kurun waktu 2 minggu. Ditargetkan, pada akhir Juli atau awal Agustus, laporan analisis pemetaan mutu dapat diselesaikan.

“Karena proses ini menggunakan aplikasi, hasil pemetaan mutu sebenarnya dapat langsug dilihat. Tapi  laporan resmi tetap akan kami sampaikan ke dinas kabupaten/kota. Di samping itu, laporan juga akan  disampaikan ke Seksi Pengembangan Satuan Pendidikan untuk ditindaklanjuti dalam kegiatan supervisi”. (Astuti Paramita S.)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :