Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
18 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11455562
Pengunjung : 257805
Hari ini : 48
Hits hari ini : 371
Member Online :
IP : 3.229.117.123
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Harris Iskandar : Segera Usulkan DAK Fisik SKB

Tanggal : 02/22/2018, 09:07:32, dibaca 3503 kali.



MATARAM – Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebesar Rp 152,734 miliar. SKB diminta segera mengusulkan permohonan DAK agar bisa diakomodir dan dilakukan penetapan pada akhir 2018.

Alokasi DAK Fisik SKB tahun ini terbilang jauh menurun dibanding tahun lalu. Hal ini dikarenakan penyerapan anggaran pada 2017 tidak optimal. Dari anggaran Rp 266 miliar, usulan dari SKB yang masuk hanya sebesar Rp 155 miliar. Jadi masih ada sisa anggaran DAK fisik SKB yang tidak dapat digunakan sebesar Rp 111 miliar.

“Banyak dinas yang belum tahu terkait DAK ini. Atau sebenarnya tidak mau? Ada kekhawatiran kalau usul DAK fisik akan mengurangi jatah bantuan ke dinas. Padahal tidak seperti itu. Ini amanat baru, jadi tidak akan mengurangi jatah bantuan ke dinas,” ungkap Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Kebijakan Dirjen PAUD dan Dikmas Tahun 2018 yang digelar di Mataram, (12/2).

Mekanisme usulan DAK SKB 2018  dimulai dari SKB mengusulkan kebutuhan bangunan gedung dan sarana belajar dan peralatan. Usulan diharapkan sudah mulai masuk pada Maret-April. Dinas pendidikan kemudian akan melakukan review terhadap usulan tersebut. Usulan yang layak akan diteruskan ke Bappeda Kabupaten/Kota.

Selanjutnya, bappeda akan mengusulkan ke E-Planning Bappenas. Proses usulan ke E-Planning ini diperkirakan akan dilaksanakan pada April-Juni 2018. Setelah itu, Kemdikbud baru akan menggelar rapat koordinasi dengan Bappenas untuk mulai meninjau usulan tersebut. Diharapkan pada akhir 2018 sudah ada ketetapan terkait usulan tersebut.

Karena itu, pihaknya mendorong agar SKB bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Konsep SKB itu seperti Kominkan di Jepang. Menjadi pusat pelatihan masyarakat,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Haris menyebut ke depan dunia akan terus mengalami perubahan yang cepat hingga melahirkan istilah “life is too short”. Jika seseorang bosan dengan profesi ini, maka bisa cepat pindah ke profesi lain. Untuk masa depan, pusat pelatihan masyarakat inilah yang akan menjadi jawaban atas perubahan zaman.

“SKB harus memberikan layanan PAUD dan Dikmas yang berkualitas. Lembaga Sertifikasi Kompetensi kalau ingin melakukan uji kompetensi, SKB harus menjadi Tempat Uji Kompetensi-nya,” tandasnya. (Astuti Paramita Supatni)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :