Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
18 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11455284
Pengunjung : 257786
Hari ini : 29
Hits hari ini : 93
Member Online :
IP : 3.229.117.123
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Festival Coding dan Robotic (FCR) 2017

Tanggal : 10/11/2017, 08:01:13, dibaca 5022 kali.



ANAK saya tidak pernah lepas handphone. Mau berangkat sekolah, pulang sekolah, di meja makan, nonton teve, mau 
tidur, bahkan ke kamar mandi pun membawa handphone (phonsel).

''Begitu biasa kita mendengar keluhan bernada kecemasan para orang tua terhadap keberadaan smartphone (handphone) yang sudah memasuki seluruh ranah kehidupan anak-anak. Kita tidak mungkin bisa melawan zaman. Karena anak-anak kita adalah generasi milenia yang mau tak mau harus akrab dengan gadget,'' kata Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD-Dikmas) Semarang, Djajeng Baskoro saat membuka Festival Coding dan Robotic di Balai Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Selasa (10/10).
Karena tidak bisa melawan zaman, lanjut dia, maka para orang tua harus ikut menyesuaikan. Salah satunya adalah dengan menggelar Festival Coding dan Robotic (FCR) 2017. Dalam FCR, anak-anak diajak menyenangi, bermain, dan mengakrabi teknologi. ''Kami ajak anak-anak menjadi subjek bukan lagi objek teknologi informasi dan komunikasi. Jika selama ini anak-anak mengunduh game-game di gadgetnya, melalui FCR ini kita ajak mereka membuat game sendiri. Jika sudah menguasai teknik coding, maka mereka tak akan gentar bertarung dan mengalahkan anak-anak lainnya di seluruh dunia.'' 
Kadisdikbudpora Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih mengapreasi PP PAUD Dikmas yang mau bekerja sama dengan Pemerintah Desa Suruh dan SMP 1 Suruh untuk menggelar festival tersebut. ''Saya memberikan apresiasi kepada PP PAUD Dikmas Semarang menggandeng Desa Suruh dan SMP 1 Suruh. Desa Suruh selain sebagai tempat pelaksaan FCR 2017 dan desa binaan PP PAUD-Dikmas adalah Kampung Edukasi sekaligus Kampung Digital. Demikian pula SMP 1 Suruh yang dijadikan lab coding dan robotic,'' jelasnya.
Kreatif dan Inovatif
Dewi berharap festival ini akan memunculkan anak-anak yang kreatif dan inovatif yang bisa memenangi persaingan global. Sebab, dengan cara festival, anak menjadi tidak hanya senang namun juga akrab dengan teknologi coding dan robotic. ''Kalau tidak mengikuti IT, kita akan tertinggal jauh dengan negara-negara lain. Saya berharap dari festival ini akan muncul banyak bibit unggul yang kreatif dan inovatif untuk memenangi persiangan global. Selain itu, jika anak-anak bisa membuat game sendiri, tentu akan sarat dengan muatan lokal.'' Sementara itu ketua panitia FCR 2017, Suka, menyatakan bahwa festival diikuti sekitar 500 peserta. Dari usia dini (PAUD) hingga SMA. ''Tujuan FCR 2017 adalah mengenalkan anak-anak dengan teknik coding dan robotic. Pada FCR 2018, barulah kami ajak anak-anak itu untuk lebih memperdalam teknik coding dan robotik. Biarlah anak-anak menguasai IT, mampu membuat game-game sendiri, dan menjualnya ke seluruh dunia,'' jelas Suka yang juga Kabid Program dan Informasi PP PAUD-Dikmas itu. (Ali Arifin-dedi  )



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :