Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
19 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11487864
Pengunjung : 258048
Hari ini : 126
Hits hari ini : 11889
Member Online :
IP : 35.168.110.128
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Diklat Jurnalistik dan IT Asyik di Kandang Kelinci

Tanggal : 08/11/2017, 07:54:43, dibaca 2483 kali.

KENDAL- Sebanyak 40 siswa SMP1, 2, dan 3 Patean, MTSNU 29 Patean, SMK 6 Kendal, dan SMK Adhi Yudha Karya, mengikuti Diklat Jurnalistik dan IT, Rabu (9/8).

Uniknya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Kampoeng Literasi Pagersari, Patean, Kendal itu, digelar di kandang kelinci. Munawar, penyelenggara yang juga pendiri Kampoeng Literasi mengatakan menggelar kegiatan itu di tengah-tengah kandang kelinci, agar peserta berminat memelihara kelinci. ”Saya memiliki puluhan ekor kelinci dari sembilan ras berbeda. Sambil belajar, saya berharap anak-anak juga berminat untuk memelihara kelinci,” katanya.

Materi ruang Diklat itu menghadirkan tiga pembicara, Ali Arifin (Suara Merdeka), Paulus Nugrahajati (Majalah Taiwan), dan Jamaludin dari Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat (PPPAUD Dikmas) Jawa Tengah. ”Kegiatan ini kami gelar agar anak-anak yang hidupnya berada di desa ini mengerti dunia jurnalistik, meskipun masih sebatas kulitnya, di samping juga semakin melek teknologi. Jangan sampai mereka gadget jutaan rupiah yang mereka miliki hanya hanya untuk eksis di medsos,” jelas Munawar.

Selain itu, gadget juga bisa digunakan untuk kegiatan jurnalistik, sekaligus mencari uang. Setidaknya hal itu diungkapkan ketiga pembicara yang hadir. ”Sekarang peserta diklat sudah memiliki ilmu jurnalistik, meskipun hanya dasardasarnya. Selain itu juga menjadi semakin memiliki pengetahuan luas tentang IT. ”Dua ilmu itu jika digabungkan bisa menghasilkan uang. Memiliki kemampuan menulis dan fotografi serta faham IT, maka bisa dijadikan pijakan untuk berkarya,” jelas Ali Arifin.

Paulus Nugraha Jati juga menjelaskan bahwa dengan modal menulis dan memiliki kamera SLR, setiap orang bisa dengan mudah bisa mencari uang. ”Foto-foto eklusif bisa dijual lepas lo di media-media massa cetak,” katanya.

Sementara Jamaludin menyarankan agar peserta diklat sudah mulai memikirkan mencari uang di dunia maya. ”Pergi ke tempat wisata bisa diaplod di youtube, jika bagus bisa mendapat uang,” ujarnya. (D6-51)


http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/diklat-jurnalistik-dan-it-asyik-di-kandang-kelinci/
IMG: https://detikkampus.files.wordpress.com/2016/01/98wartawan1.jpg



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :