Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
19 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11487896
Pengunjung : 258048
Hari ini : 126
Hits hari ini : 11921
Member Online :
IP : 35.168.110.128
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Sosialisasi Penuntasan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun Pra-SD

Tanggal : 07/31/2017, 07:19:21, dibaca 3772 kali.

Cilacap. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi penuntasan ikut PAUD minimal satu tahun pra SD yang di laksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Pada sambutan kegiatan tersebut Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati R., M. A., Ph. D. yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro, M.P



Usia 0-5 tahun adalah usia perkembangan emas, saat fisik dan otak anak berada dimasa pertumbuhan terbaiknya, dimana kemampuan otak menyerap informasi sangat tinggi. Di masa ini, stimulasi pendidikan yang positif sangat penting bagi perkembangan anak, karena stimulasi yang tidak tepat akan berdampak negatif bagi kehidupan selanjutnya dan tidak dapat diperbaiki.
Pencapaian 100 tahun Indonesia merdeka akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita memanfaatkan peluang bonus demografi dengan menyiapkan kualitas angkatan kerja yang berlimpah. Pada tahun 2010, terdapat 32,5 juta anak usia 0-6 tahun yang pada tahun 2045 usia mereka mencapai 35-41 tahun. Sementara itu anak usia 0-6 tahun pada tahun 2016 yang berjumlah 33,5 juta orang, pada tahun 2045 usia mereka telah mencapai 29-35 tahun. Ini merupakan usia produktif, yang jika dipersiapkan dengan baik sejak sekarang akan menjadi modal pembangunan, tetapi sebaliknya jika tidak dipersiapkan dengan baik justru kelak akan menjadi beban pembangunan.
Penyiapan kualitas manusia Indonesia sejak dini sejalan dengan program prioritas yang diamanatkan Nawa Cita, khususnya Nawa Cita ke-8 (melakukan revolusi karakter bangsa), Nawa Cita ke-5 (meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia), dan Nawa Cita ke- 6 (meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional). Kemudian keberlanjutan suatu bangsa ditentukan oleh kesiapan dan kesanggupan generasi penerusnya, dan itu harus dipersiapkan sejak anak masih berusia dini. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar, dan PAUD yang berkualitas akan sangat berkontribusi terhadap kualitas pendidikan pada jenjang selanjutnya. Ibaratnya membangun gedung, PAUD adalah landasan yang akan berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan gedung yang dibangun. Itu sebabnya berbagai penelitian juga mendukung pentingnya PAUD terutama Neurosains dan penelitian investasi ekonomi dalam hubungannya dengan pertimbangan efisiensi pembangunan kualitas manusia yang mengerucut pada pentingnya membangun landasan pada anak usia dini. PAUD yang baik merupakan investasi yang lebih cost effective (Heckman, 2003), anak yang mengikuti PAUD dengan baik kelak mampu mengembalikan investasi beberapa kali lipat dibandingkan investasi serupa yang diberikan setelah usia sekolah (di pendidikan sekolah) dan usia dewasa (job training).




Sebagai warga dunia, kita juga dituntut untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan ke empat yaitu Pendidikan inklusif, adil dan bermutu yang meningkatkan kemampuan belajar sepanjang hayat. Target 4.2 Agenda Pendidikan 2030 untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah “Memastikan seluruh anak laki-laki dan perempuan memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan dan pendidikan pra-SD (PAUD) yang berkualitas untuk menjamin kesiapan memasuki pendidikan dasar.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :