Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
26 September 2021
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 4944174
Pengunjung : 204677
Hari ini : 133
Hits hari ini : 23950
Member Online :
IP : 3.237.2.4
Proxy : -
Browser : Opera Mini

12 Modul Pembelajaran BDR Untuk PAUD

Tanggal : 08/10/2020, 11:17:28, dibaca 15858 kali.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan 12 modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD). 12 modul berbentuk buku saku ini bagian dari pelaksanaan pembelajaran dari rumah selama masa pandemi covid-19.

Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari. 12 buku saku/modul yang dapat digunakan oleh guru sebagai panduan dalam pembelajaran dari rumah.

Buku saku/modul ini dapat membantu para guru PAUD merancang RPP sederhana, menyusun kegiatan pembelajaran berbasis bermain yang kontekstual sesuai dengan minat anak dan kondisi rumah, melaksanakan penilaian pembelajaran dan perkembangan anak, serta informasi lain yang mendukung tugas guru, seperti berkomunikasi efektif dengan orang tua, dukungan psikologi awal pada anak, serta pemanfaatan TIK sebagai moda pembelajaran daring.

Buku saku/modul tersebut juga dapat digunakan orang tua sebagai sumber inspirasi untuk mendampingi anak belajar dari rumah dan mengasuh anak secara positif. Modul-modul ini diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik.

Buku saku/modul ini merupakan kelanjutan upaya kebijakan belajar dari rumah di masa pandemi covid-19. Kemendikbud telah menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Pedoman ini memberikan keleluasaan bagi guru dan siswa untuk fokus pada kompetensi esensial untuk pembelajaran tingkat selanjutnya.

Dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang dilakukan secara virtual, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyebutkan kebijakan dalam kondisi khusus ini, satuan pendidikan dalam dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

"Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik," kata Nadiem.

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud bukanlah kurikulum baru. Kurikulum ini merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

3 opsi kurikulum darurat yang dapat dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran kondisi khusus yakni 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

“Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran,” tegas Mendikbud.

Ketiga opsi pelaksanaan kurikulum tersebut berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kurikulum darurat merujuk kepada 6 aspek perkembangan anak secara holistik dan terpadu sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.

Mendikbud berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan. Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

"Orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah. Guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat,“ pesan Mendikbud.

[Muhammad Lubis]


Unduh disini : 12 Modul/Buku Saku Pembelajaran BDR PAUD



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :