Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
26 September 2021
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 4943433
Pengunjung : 204673
Hari ini : 129
Hits hari ini : 23208
Member Online :
IP : 3.237.2.4
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Djajeng Baskoro Kembali Diamanahi Pimpin Pauddikmasjateng

Tanggal : 07/21/2020, 14:43:11, dibaca 9236 kali.




Djajeng Baskoro Kembali Diamanahi Pimpin Pauddikmasjateng


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melantik 29 pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Senin (21-7-2020). Pelantikan ini dilaksanakan dalam dua model yakni secara langsung Graha Utama Plasa Insan Berprestasi dan secara virtual langsung melalui aplikasi video conference.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim melantik 3 pejabat tinggi madya yakni Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D. sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi; Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H. sebagai Inspektur Jenderal; Serta Jumeri, S.TP., M.Si. sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, Mendikbud juga melantik kembali Ir. Djajeng Baskoro M.Pd sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Jawa Tengah. Djajeng beserta beberapa pejabat eselon 2 dibawah direktorat jenderal vokasi dan direktorat jenderal PAUD Dikdas dan Dikmen hasil restrukturisasi organisasi Kemdikbud.

Dalam amanatnya, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan agar para pejabat yang dilantik bekerja sungguh-sungguh sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo. Nadiem juga mengingatkan tantangan kualitas pendidikan di Indonesia semakin kompleks dengan adanya bencana pandemi Covid-19.

Mendikbud mengajak insan pendidikan berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. "Cara-cara lama tidak bisa lagi dipakai untuk menghadapi tantangan baru, tantangan yang tidak pernah dihadapi oleh siswa generasi bapak/ibu atau bahkan generasi saya sekalipun," tegas Nadiem.

Lebih lanjut kata Nadiem, sumber pengetahuan juga mengalami desentralisasi yang luar biasa. Guru dan murid kini bukan satu-satunya pentransfer ilmu.

"Kecerdasan buatan yang menyatu dengan mesin dapat menciptakan robot sepintar manusia. Belajar tidak lagi menjadi monopoli manusia karena mesinpun dapat melakukannya," kata Nadiem.

Mendikbud menyebutkan tanggung jawab menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa melalui pendidikan menjadi tanggung jawab semuanya. "Ketertinggalan bukan menjadi pilihan. Kita harus terus berlari, berlari dan terus berlari agar tidak tertinggal," tegas Nadiem.


[Muhammad Lubis]



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :