Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
19 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11487904
Pengunjung : 258048
Hari ini : 126
Hits hari ini : 11929
Member Online :
IP : 35.168.110.128
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Alokasi BOP PAUD Capai Rp 3,5 Triliun

Tanggal : 05/15/2017, 16:52:20, dibaca 3936 kali.

Ungaran – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) pada 2017 telah mengalokasikan bantuan operasional penyelenggara PAUD sebesar Rp 3,5 triliun. Alokasi ditujukan untuk mempercepat pemerataan dan kualitas PAUD.


Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar menyampaikan, banyak pendapat yang menegaskan betapa pentingnya PAUD. Sayangnya, hal ini tidak didukung dengan investasi yang cukup. Investasi lebih banyak diarahkan ke pendidikan tinggi dan pendidikan menengah. Inilah yang disebut Harris sebagai investasi di hilir.


“Padahal struktur otak manusia paling besar terbentuk pada fase anak usia dini. Kalau mau meningkatkan kualitas pendidikan, harus diperbesar (investasi) di PAUD. Ini invetasi di hilir,” kata dia pada pembukaan Festival PAUD dan Dikmas 2017 yang digelar Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Senin (15/5). Kegiatan dihelat dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional dengan tema “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”.


Sejalan dengan tema Hardiknas, dia berharap pencairan dana BOP sebesar Rp 3,5 triliun bisa dipercepat untuk menggenjot kualitas PAUD. Sementara pemerataan pendidikan akan dikejar lewat program satu desa satu PAUD.


 “Ini menjadi tugas bersama untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa PAUD adalah investasi masa depan.”


Daya saing bangsa Indonesia nanti akan ditentukan oleh anak-anak yang tumbuh di masa sekarang. Jangan sampai kesalahan orang tua di masa ini menjadi beban anak di masa depan.


Di sisi lain, festival yang dilangsungkan pada 15-16 Mei ini menampilkan aneka produk dari sebanyak 11 labsite percontohan PP PAUD dan Dikmas. Acara juga dimeriahkan dengan ajang kreativitas seni PAUD. Festival, sekaligus juga dimanfaatkan untuk meluncurkan program pembelajaran teknologi informasi, yakni Massive Open Online Course and Training (MOOCT) dan Start Up E-commerce.


Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Djajeng Baskoro menyebut, program ini bisa menambah atau menggantikan program yang sudah ada. Dengan program yang memanfaatkan teknologi informasi, peserta didik dan warga belajar tidak melulu hanya bisa menggelar kegiatan belajar mengajar dengan metode konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, proses KBM akan lebih efektif dan efisien, tanpa terbatas jarak dan waktu.


Harris mengapresiasi program ini. Presiden memiliki program Indonesia Pintar yang tidak hanya menyasar anak sekolah. Anak putus sekolah juga menjadi sasaran program ini. Keterampilan akan menjadi salah satu solusi yang bisa ditawarkan kepada anak putus sekolah agar tidak berakhir menjadi pengangguran.


“Cari anak putus sekolah, beri keterampilan. Misal, seperti yang dikembangkan di sini, keterampilan coding. Itu luar bisa dan sedang menjadi tren global. Karena dari keterampilan coding ini, kemudian muncul banyak aplikasi yang kita gunakan sehari-hari.” (Astuti Paramita S)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :