Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
26 September 2021
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 4943947
Pengunjung : 204675
Hari ini : 131
Hits hari ini : 23723
Member Online :
IP : 3.237.2.4
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Teknologi Bantu Guru PAUD Ciptakan Kelas Yang Menyenangkan

Tanggal : 05/24/2020, 00:45:15, dibaca 3280 kali.

Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini - Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Jawa Tengah menggelar seminar daring (Webinar) dengan tema Teknologi Dalam Pendidikan. Webinar ini diselenggarakan selama 2 hari, 19 dan 20 Mei 2020 dengan tajuk dan narasumber yang berbeda.

Kepala PP PAUD Dikmas Jawa Tengah Djajeng Baskoro dalam sambutan pengantar diskusi menyebutkan di masa pandemi ini, peningkatan kompetensi pendidik tidak boleh berhenti. Berbagai media termasuk melalui webinar seperti ini harus dimanfaatkan oleh para guru sehingga tidak halangan ataupun menunda peningkatan kemampuannya.

"Guru masih menjadi andalan meningkatkan kompetensi anak didik kita. Perkembangan zaman tidak akan berhenti, perubahan dan tantangan zaman terus berlangsung, tidak pernah ada ilmu pengetahuan dan teknologi dikatakan mandeg dan cukup. Kita harus terus menyesuaikan dengan perkembangan yang ada terutama pendidik," kata Djajeng.

Sesi pertama webinar ini mengangkat tajuk "Pemanfaatan Teknologi Untuk Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD". Ketua Himpaudi Jawa Tengah Dedy Andrianto dan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran PP PAUD Dikmas Jawa Tengah Dedy Haryanto, menjadi narasumber yang diikuti lebih 500 peserta secara daring dari seluruh Indonesia.

Dedy Andrianto dalam paparannya menyebutkan, para pendidik PAUD dapat memanfaatkan teknologi yang sederhana untuk menciptakan media pembelajaran. Bahkan melalui aplikasi powerpoint, tidak hanya sekedar media teks, guru juga dapat membuat beragam media pembelajaran audio video.

Lebih lanjut dipaparkan Dedy, dalam proses membuat media pembelajaran, guru perlu menekankan pada faktor yang menyentuh aspek pendidikan anak usia dini. Diantaranya yakni harus berpusat dan menyenangkan pada anak.

"Bila tidak menyenangkan, pembelajaran itu tidak ada harganya bagi anak usia dini. Ada resep pembelajaran menyenangkan yang disingkat BCL yakni unsur bermain, cerita dan lagu. Kalau ada 3 unsur tersebut dalam media yang membuat anak bergerak, anak pasti akan sukarela mencobanya," kata Dedy.

Sementara itu, Dedy Haryanto membahas lebih spesifik perangkat dan langkah-langkah untuk membuat dan memanfaatkan teknologi multimedia pembelajaran bagi PAUD. Dalam membuat media pembelajaran, para guru dapat memanfaatkan perangkat yang ada di lingkungan sekitar. Media pembelajaran dapat berupa teks, audio, gambar ataupun video.

"Sebelum kita membuat media pembelajaran harus dirancang terlebih dahulu kegunaan medianya untuk apa, apakah pembelajaran mandiri untuk siswa atau sebagai representasi memperkuat materi yang akan kita sampaikan. Lalu siapa penggunanya, kapan digunakan media ini. Tentunya awal dari sebelum kita buat media tersebut adanya masalah yang harus terselesaikan yang dibantu oleh media tersebut."

Lebih lanjut dikatakan Dedy, multimedia pembelajaran dapat bermanfaat bagi pendidik PAUD. Selain proses pembelajaran akan lebih menarik dan interaktif, proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Multimedia pembelajaran juga menumbuhkan sikap positif bagi peserta didik dan pendidik. Kualitas belajar dan materi lebih mudah diterima anak. Sementara bagi guru, multimedia pembelajaran akan memusatkan peran guru sebagai fasilitator sebagaimana kebijakan kemendikbud pada merdeka belajar.

[Muharram Lubis]



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :