Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
19 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11488011
Pengunjung : 258048
Hari ini : 126
Hits hari ini : 12036
Member Online :
IP : 35.168.110.128
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Lima Model Pembelajaran Siap Diterapkan di Yogyakarta

Tanggal : 07/01/2019, 19:43:43, dibaca 5364 kali.

Yogyakarta – Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah menggelar “Uji Publik Hasil Pengembangan Model Tahun 2018”di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarkat (BP PAUD dan Dikmas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (1/7).

Sebanyak lima model dipaparkan di hadapan 40 peserta kegiatan yang terdiri atas Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas DIY, pendidik dan pengelola PAUD, serta pengelola dan tutor Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Tiga model ditujukan untuk pembelajaran PAUD yakni, “Model Animasi Pembelajaran Sains Tematik Peternakan untuk Anak Usia Dini”, “Model Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini (Sipendi), dan “Model  Pembelajaran Matematika untuk Anak Usia Dini dengan Media Game Sisomat”. Adapun dua model lainnya ditujukan untuk pembelajaran kursus, yaitu “Model Pendidikan Kewirausahaan di Bidang Jasa Berbasis Digital (JOSS)”, dan “Model Visa Aplikasi Perkantoran”.

Kepala Bidang Program dan Informasi PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Dra. Budi Sri Hastuti, M.Pd menyampaikan, tujuan kegiatan uji publik adalah untuk mengenalkan produk pengembangan dari PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah.

“Sebenarnya ada sebanyak 16 model yang dikembangkan selama tahun 2018, namun yang kami bawa kali ini hanya beberapa saja karena adanya keterbatasan,” terangnya.

Dalam sambutannya, Kepala BP PAUD dan Dikmas DIY, Drs. Eko Sumardi, M.Pd mendukung penuh kegiatan tersebut. Sebab dengan kegiatan tersebut, kedua lembaga dapat saling berbagi dan bertukar pengalaman. Dia berharap, para peserta juga tetap dapat memberikan masukan, saran dan kritik terhadap model yang dikembangkan, sehingga model makin siap diterapkan di lapangan.

“Jangan merasa sendiri dalam mencerdaskan putra dan putri di pendidikan nonformal dan informal. Kami akan terus melakukan pendampingan dan fasilitasi. Salah satunya adalah lewat pengembangan model ini, agar mampu mengatasi masalah yang ada di lapangan,”  ujar Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd.

Peserta tampak antusias pada kegiatan tersebut. Sebagian besar bahkan secara formal menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan model pada satuan pendidikan yang dikelola. (Astuti Paramita S.)

 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :