Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
18 August 2022
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik

Total Hits : 11455628
Pengunjung : 257806
Hari ini : 49
Hits hari ini : 437
Member Online :
IP : 3.229.117.123
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Sebulan Kursus di SKB, Siap Jadi Perias

Tanggal : 10/25/2018, 09:43:02, dibaca 3317 kali.


PEKERJAAN
  sebagai perias pengantin sangat dibutuhkan di masyarakat. Pada saat hari-hari perayaan nasional, seperti tujuh belasan dan sebagainya, para perias pengantin tidak ada yang menganggur.

"Para perias pengantin itu laku semua. Ibu-ibu, remaja putri, hingga anak-anak perempuan peserta karnaval tujuh belasan pasti butuh untuk dirias wajahnya. Sampai-sampai di Grobogan ini pada event-event nasional, banyak yang kesulitan mencari perias," kata Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat, saat menutup Gebyar Multi Vokasi yang diadakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grobogan, Selasa (23/10).

Amin mengapresiasi kegiatan penutupan Gebyar Multi Vokasi di aula SKB Grobogan yang di antaranya menyajikan fashion show baju-baju hasil karya para warga belajar dan puluhan model pengantin gaya Solo hasil karya para perias pengantin warga belajar SKB.

"Saya ikut memotret para model pengantin dan para model baju karya warga belajar SKB. Foto-foto itu sudah saya share di grup para pejabat di lingkungan Pemkab Grobogan. Saya persilakan yang mencari perias pengantin, datang saja ke SKB. Sebab, SKB Grobogan sudah mencetak puluhan perias andal, bahkan sudah mencapai taraf riasan pengantin Solo Basahan yang tergolong susah."
Pemberdayaan Masyarakat

Kepala SKB Grobogan Yuni Astutik menyatakan bahwa dalam Gebyar Multi Vokasi pihaknya menampilkan sejumlah kegiatan pemberdayakan masyarakat terutama kaum perempuan.

"Ada kursus perias pengantin pesertanya 25 orang warga belajar (sebutan bagi siswa jika di sekolah formal). Untuk kursus menjahit diikuti 30 orang. Mereka semua tekun belajar rias maupun menjahit selama 150 jam efektif pembelajaran atau 30 hari. Dua minggu setelah ini mereka kami ikutkan uji kompetensi  di Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) secara gratis," jelasnya.

Yuni juga memamerkan pengembangbiakan dan uji coba budidaya Lele Bioflok, pengembangan sayuran dengan sistem Hidroponik, dan pembelajaran budidaya jangkrik bagi warga belajar Paket C (setara SMA/SMK).

"Ada juga bimbingan teknis dalam rangka penerapan model Codenesia, pengenalan coding pada anak usia dini dari SKB Grobogan sebagai Labsite PP PAUD Dikmas Jateng. Pesertanya 35 orang, yakni 15 orang pendidik KB (Kelompok Bermain) dan 15 orang pendidik TK. Harapannya mereka bisa menerapkan teknik Codenesia dan penerapan coding kepada para peserta didik di lembaga maisng-masing.''

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat (PP PAUD Dikmas) Jateng, Djajeng Baskoro mengimbau kepada para siswa SMP dan sederajat, SMA dan sederajat serta para mahasiswa untuk mengikuti kursus. Sebab, banyak orang yang sukses karena ditujang latar belakang pendidikan formal yang baik dan terintegrasi pendidikan nonformal yaang baik pula.

"Pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa, jika ada sisa waktu di sela-sela belajar kalian, silakan kursus. Bisa kursus bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang, kursus

parenting, tata rias, tata boga, tata busana dan sebagainya, cari kursus yang cocok. Semuanya pasti akan berguna dan menjadi bekal hidup.''

(Ali Arifin/CN26/SM Network) 
sumber https://www.suaramerdeka.com/news/baca/138280/sebulan-kursus-di-skb-siap-jadi-perias



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :