Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
28 September 2021
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 5017749
Pengunjung : 204987
Hari ini : 46
Hits hari ini : 446
Member Online :
IP : 3.235.175.15
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Gizi Untuk Tumbuh Kembang Anak

Tanggal : 05-01-2017 08:01, dibaca 3163 kali.



Gizi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Selama berada dalam kandungan, anak tergantung pada zat gizi yang terdapat dalam darah ibu, sedangkan setelah lahir kebutuhan gizi anak tergantung pada tersedianya bahan makanan dan kemampuan saluran cerna. Selain penyakit infeksi, keadaan gizi ibu yang kurang baik selama hamil dan pola makan bayi yang salah merupakan penyebab kegagalan pertumbuhan anak di Indonesia.

 

            Pemenuhan gizi yang baik sangat berperan dalam pencapaian pertumbuhan badan yang optimal, termasuk di dalamnya pertumbuhan otak anak. Perkembangan otak anak paling cepat terjadi pada trimester ketiga kehamilan sampai bayi berusia delapan belas bulan. Setelah masa tersebut otak masih tumbuh, tetapi dengan kecepatan yang semakin berkurang hingga usia 5 tahun. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan bahwa pada masa tersebut kebutuhan gizi anak harus terpenuhi dengan lengkap. Kekurangan salah satu nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Terkait dengan kinerja otak, kekurangan gizi dapat mengurangi tingkat kerja neurotransmitter tertentu dan mempengaruhi perkembangan perilaku anak.

 

            Makanan yang disediakan untuk anak sebaiknya memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak. Susunan hidangan disesuaikan dengan selera dan pola makan anak sehingga dapat meningkatkan nafsu makannya. Porsi makanan diberikan sesuai kebutuhan dan makanan dihidangkan dalam keadaan higienis. Berikut ini adalah zat gizi yang penting untuk perkembangan otak:

 

  • Zat tenaga & zat pengatur

Zat tenaga dan zat pengatur penting untuk proses pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Zat tenaga diperoleh dari makan yang mengandung karbohidrat (beras, ubi, kentang, makaroni, mi, jagung). Sedangkan zat pengatur diperoleh dari makanan yang mengandung protein (susu, keju, ikan, daging, telur, ayam, tahu, tempe).

 

  • Vitamin & Mineral

Vitamin berfungsi untuk pertumbuhan sel-sel otak. Mineral, khususnya zat besi (Fe) diperlukan untuk pembentukan myelin yang akan mempengaruhi kecepatan hantar saraf sehingga mempercepat proses penyampaian informasi dan berdampak pada kecerdasan.

 

● Kalium dan Natrium

 

Kalium dan natrium diperlukan otak untuk menghasilkan energi. Kurangnya pasokan kalium akan berakibat mengurangi informasi yang dapat diterima oleh otak. Kalium dapat diperoleh dengan cara mengkonsumsi buah yang kaya kalium, yaitu alpukat, pisang, jeruk, dan melon. Natrium terdapat hampir di semua bahan makanan.

 

  • Asam Lemak (DHA dan ARA)

Asam lemak ini penting untuk pertumbuhan otak dan mata anak. DHA dan ARA dapar diperoleh dari pemberian air susu ibu (ASI) yang optimal.

 

  • ASI Makanan Terbaik untuk Bayi

Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi karena mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi.Asam lemak ARA dan DHA yang berfungsi dalam pembentukan membran sel saraf kebutuhannya dapat terpenuhi dari pemberian ASI yang optimal. Selain itu, dari hasil penelitian terbaru didapatkan bahwa zat sialic acid yang banyak terdapat di lapisan otak bagian luar juga terkandung dalam ASI. Sialic acid ini berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan memori dan proses belajar anak.



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :