Selamat Datang di PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah
Banner
Unit Layanan Terpadu
Agenda
27 September 2021
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik

Total Hits : 5013932
Pengunjung : 204926
Hari ini : 203
Hits hari ini : 40333
Member Online :
IP : 3.235.175.15
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Sejarah berdirinya program studi PAUD

Tanggal : 13-05-2017 07:43, dibaca 3541 kali.



Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini merupakan program studi yang diadaptasi dan dikembangkan dari Program Studi/Jurusan Pendidikan Anak Pra Sekolah dan Dasar, yang telah berdiri sejak tahun 1978 melalui Surat Keputusan Rektor IKIP Jakarta No. 2091/ SP/1985. Jurusan Pendidikan Anak sejak itu melakukan kajian akademik dan praktik kependidikan pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar.

Selama perjalanan tersebut sempat vacum 2 angkatan yakni sejak 1995-1997. Pada tahun 1997 terjadi dorongan kuat untuk memodifikasi dan memperbaharui kurikulum jurusan/program studi Pendidikan Anak Pra Sekolah dan Dasar. Selama tiga tahun dilakukan kajian struktur akademik naskah kurikulum yang mengkonsentrasikan diri pada pengembangan rumpun keilmuan Pendidikan Anak usia Dini. Pengembangan kurikulum didasarkan pada pendekatan telaah konten akademik, analisis pakar dan perbandingan dengan kurikulum Pendidikan Anak usia Dini yang diterapkan di negara maju.

Upaya mereview dan mengembangkan kurikulum prodi atau jurusan lama terus dilakukan sampai dengan bulan April 1999. Pendekatan pengembangan kurikulum yang dilakukan saat itu adalah pendekatan keilmuan, studi komparatif dan pertimbangan ahli (expert judment). Melalui berbagai kajian tersebut, pada tahun 1999 telah disetujui pembentukan program strata satu (S-1) Pendidikan Anak usia Dini di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Persetujuan ini diperoleh melalui SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 127/Dikti/Kep/1999.

Sejak angkatan 1999, program studi PAUD mengalami peningkatan yang pesat, baik dari segi kepercayaan, kerja sama maupun daya tarik animo calon mahasiswa yang mencapai titik yang paling tinggi. Kepercayaan pembinaan lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini seperti Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Kelompok Bermain dan Taman Pengasuhan Anak telah berlangsung secara intensif, baik pada tingkat lokal maupun nasional. Beberapa dosen program studi PAUD telah terlibat secara aktif dalam memberikan seminar, pelatihan dan workshops, lokakarya pembinaan praktisi dan penyelenggara lembaga pendidikan anak usia dini tersebut.

Program studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai salah satu program studi yang berada dalam lingkup organisasi jurusan Pendidikan Anak di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Jakarta. Program studi ini mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional kependidikan pada jenjang strata satu serta memiliki keterpautan dengan program strata dua dan strata tiga (program Doktor) pendidikan anak usia dini di Pasca Sarjana.

Bagi para lulusan S1 PAUD dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena sejak tahun 1995 telah dibuka program strata dua (S-2) Pendidikan Usia Dini, dan sejak tahun 2003 dibuka program strata tiga (S-3) Pendidikan Usia Dini pada Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

 

 

PENGERTIAN PAUD

 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU No. 20 Th 2003, Pasal 28, ayat (1))

 

TUJUAN PAUD

 

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah

Sedangkan berdasarkan tinjauan aspek didaktis psikologis tujuan pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini yang utama adalah:

  1. Menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan agar mampu menolong diri sendiri (self help), yaitu mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri seperti mampu merawat dan menjaga kondisi fisiknya, mampu mengendalikan emosinya dan mampu membangun hubungan dengan orang lain.
  2. Meletakkan dasar-dasar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn). Hal ini sesuai dengan perkembangan paradigma baru dunia pendidikan melalui empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together yang dalam implementasinya di  lembaga PAUD dilakukan melalui pendekatan learning by playing, belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta menumbuh-kembangkan keterampilan hidup (life skills) sederhana sedini mungkin. 

Untuk memenuhi aspek-aspek dalam perkembangan anak baik aspek fisik, kognitif, sosial emosional dan bahasa serta aspek lainnya seperti agama dan moral, kemandirian dan seni, maka perlu dilakukan berbagai prinsip yang meliputi:

  • Berorientasi pada Kebutuhan 
  • Anak Belajar melalui bermain 
  • Pendekatan  Berpusat pada Anak
  • Pendekatan Kontruktivisme 
  • Pendekatan Kreatif dan inovatif
  • Lingkungan yang kondusif
  • Menggunakan pembelajaran terpadu
  • Pengembangan Tematik
  •  Menggunakan berbagai media dan sumber belajar 
  •  Mengembangkan berbagai kecakapan hidup

Menurut saya , perkembangangan PAUD di Indonesia hanya berkembang pesat dibeberapa kota besar saja , sedangkan di pedesaan sangat jauh tertinggal.Apalagi PAUD dikota-kota besar sedang menuju fase pembentukan  mutu yang lebih baik, dari segi sarana, pendidikan dan tenaga kependidikan.

 

Pemerintah sendiri sudah membuat kebijakan bahwa anak-anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan.Dan pada tahun 2004-2009 program PAUD menjadi salah satu dari 10 prioritas Depdiknas. sehingga PAUD menjadi salah satu program pokok dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Di Periode tahun 2010 sampai sekarang, ditandai dengan kebijakan penggabungan pembinaan PAUD formal dan PAUD nonformal di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal.

 

Tetapi ini hanya dienyam oleh kalangan menengah keatas saja , sedangkan nasib anak-anak yang tinggal dipedesaan bahkan di bagian Timur Indonesia seperti Papua sangat minim sekali.Menimbulkan kesenjangan sosial. Kebijakan Pemerintah dinilai lambat untuk mengkoordinir pemerintah daerah untuk cepat tanggap mengenai layanan PAUD.

 

Dirjen PAUDNI, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog

mengemukakan bahwa postur anggaran pendidikan anak usia dini relatif masih rendah.Ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah) bangsa kita yang belum diperhatikan secara baik. 

 

Begitu pula pendidik PAUD di Indonesia diperkirakan baru 15 persen yang berpendidikan S1 (Strata Satu) dari 984.000 guru PAUD yang dibutuhkan. Itu pun belum semua  lulusan dari jurusan pendidikan anak usia dini atau psikologi perkembangan anak, akibatnya cara pembelajarannya juga kurang sesuai dengan perkembangan anak. 

 

Apalagi kurikulum yang dipergunakan PAUD saat ini juga adalah menu generik yang sifatnya masih sangat membutuhkan kecerdasan dan kreativitas pendidik ketika menerapkannya dalam proses belajar mengajar.

 

Jadi, perkembangan layanan PAUD di pedesaan masih dalam fase jalan ditempat saja.Sebaliknya 

dikota-kota besar berusaha giat ke tahap menuju mutu yang lebih baik.Ini bisa berdampak buruk terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia yang masih terdapat diskriminasi.

 

Beberapa Satuan Penyelenggara Pendidikan Anak Pra-Sekolah

* Taman Kanak-kanak (TK)

* Raudatul Athfal (RA)

* Bustanul Athfal (BA)

* Kelompok Bermain (KB)

* Taman Penitipan Anak (TPA)

* Satuan PAUD Sejenis (SPS)

Menurut Piaget, ada 4 tahapan perkembangan manusia, yaitu:


  1. Tahapan Sensosimotor; dari sejak lahir sampai anak berusia 2 tahun, karakteristiknya yaitu pengetahuan anak tentang dunia berdasarkan terhadap perasaan dan kemampuan motorik-nya. Akhir dari periode ini, anak-anak menggunakan gambaran secara mental (mental representations) dan pemahaman terhadap keberadaan objek secara permanen.
  2. Tahapan Preoperational; dari usia 2 sampai 6 tahun, karakteristiknya yaitu anak mulai belajar menggunakan simbol seperti huruf dan angka untuk menggambarkan (represents) bagian bagian dunia, dunia disini adalah dunia yang dipahami melalui perspektif anak.
  3. Tahapan Concrete Operational, dari usia 7 sampai 11 tahun, karakteristiknya anak memahami dan mengaplikasikan proses aktivitas yang telah direncanakan secara logika dan mengembangkannya terhadap fokus pada makna kata “disini” (the here) dan “sekarang” (now)
  4. Tahapan formal operations; dari usia remaja ke atas, remaja dan dewasa berpikir secara abstrak, berspekulasi pada situasi pengandaian (hypothetical ), dan alasan secara deduktif tentang apa yang akan menjadi kemungkinan (piaget dalam Kail, 2010; 177)


Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :